Hi uols, minggu ni entry aku byk citer pasal hiburan jer, so kali ni aku nk share la ckit pasal ilmu yg bermanfaat pd kita sume, kata org berhibur tu boleh tp jgn smpi lupa diri udah ler yer!! Well arini aku ni share pd uols pasal artikel yg aku bc dr sebuah website
Belajar Islam.
Nak sembang panjang pon x reti so apa kata uols bc artikel yg aku rs ia amat penting n merupakan FOC drpd Allah S.W.T utk kita pelajari n kita kagumi sepanjang zaman...
Cinta Al-Quran

Apabila kita memperhatikan keadaan kita
saat ini, maka akan di dapati bahwa masih banyak di antara kaum Muslimin
yang amat jauh dari Al Quran, bahkan begitu sangat jauhnya mereka dari
petunjuk dan pengajaran yang ada di dalam Al Quran. Di antara mereka ada
yang tidak mau atau malas membaca Al Quran, sebagian lagi ada yang
membacanya hanya ketika waktu shalat saja atau membacanya ketika ada
acara-acara perlombaan saja. Ada pula yang membacanya hanya ketika dalam
kondisi terjepit dan kesulitan. Ada juga yang sekedar membaca Al Quran,
namun tidak mau mentadabburinya (memperhatikan arti, maksud dan
isinya), atau membacanya tapi tidak mau mangamalkannya. Bahkan, yang
paling parah adalah ada orang yang menolak sebagian ayat-ayat-Nya dan
selalu mempermasalahkannya.
Mengapa demikian? Apa sebabnya? Penyebab utamanya adalah tidak adanya
kecintaan kepada Al Quran. Rasa cinta kepada Al Quran itu telah redup
dan menghilang atau bahkan rasa cinta itu telah mati.
Sesungguhnya jika hati ini cinta kepada sesuatu, maka dia akan tertambat
dan bergantung kepadanya, selalu merasakan kesenangan bersamanya dan
kerinduan ingin bertemu dengannya serta tidak ingin berpisah dan
jauh-jauh darinya. Begitu juga terhadap Al Quran. Jika hati seseorang
sudah mencintainya, maka dia akan merasakan kenikmatan ketika
membacanya, merasa senang dan gembira saat bersamanya. Dia akan berusaha
untuk mengetahui, memahami dan menyelami arti dan makna yang terkandung
di dalamnya. Sebaliknya, jika tidak ada kecintaan, maka hati ini akan
sulit menerima Al Quran, terasa berat untuk tunduk taat kepada Al
Quran.
Kenyataan menunjukkan benarnya pernyataan ini. Sebagai contoh; seorang
pelajar yang memiliki semangat, kesukaan, dan kecintaan pada suatu
pelajaran tertentu, maka ia akan cepat menguasai apa yang telah
diajarkannya, dia dengan segera dapat menyelesaikan tugas dan
kewajibannya dalam waktu yang singkat. Sebaliknya, siswa yang tidak
suka pelajaran tersebut, maka ia tidak akan bisa menguasi pelajaran yang
sudah disampaikan kecuali setelah mengulang-ulangnya berkali-kali. Dia
menghabiskan banyak waktu untuk mempelajarinya, dan tidak bisa
menyelesaikan tugas dan kewajibannya dengan baik.
Bagaimanakah cara menumbuhkan rasa cinta ini terhadap Al Quran? Sebelum
dijawab, ada baiknya kita mengetahui tanda-tanda jika hati itu cinta
kepada Al Quran.
Tanda-Tanda Kecintaan Hati kepada Al Quran
Kecintaan hati kepada Al Quran mempunyai beberapa tanda, di antaranya:
-
Sebagaimana cintanya seseorang kepada sesuatu, cinta pada Al Quran
pun ditandai dengan kesukaannya ketika bersua (berjumpa) dengannya.
- Tidak merasa jenuh dan bosan ketika duduk-duduk bersama dan membacanya dalam waktu yang cukup lama.
- Jika jauh darinya, maka ia akan selalu merindukannya dan berharap bisa segera bertemu dengannya.
- Banyak berdialog dengannya dan meyakini petunjuk dan arahannya
serta kembali kepadanya ketika menghadapi berbagai persoalan hidup, baik
kecil maupun besar.
- Mentaatinya, baik dalam perintah maupun larangan.
Inilah tanda-tanda terpenting dan utama akan adanya rasa kecintaan
seseorang kepada Al Quran. Jika salah satunya tidak ada, kecintaan
itupun ikut berkurang. Maka, ukurlah diri kita dengan tanda-tanda utama
tersebut di atas. Pertanyaannya sekarang adalah: “Apakah kita mencintai
Al Quran?”
Cara Agar Hati Mencintai Al Quran
- Berdoa dan Bertawakkal hanya kepada Allah
Persoalan cinta adalah persoalan (qalbu) hati. Sementara kita tidak
sanggup menguasai hati kita sendiri. Hati seseorang terletak di tangan
Allah. Dia membuka dan menutup hati seseorang kapan saja Dia
menghendaki, dengan hikmah-Nya, serta ilmu-Nya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya): “Dan ketahuilah bahwa
sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya
kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al Anfal: 24)
”…Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka,
(sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan
di telinga mereka…”(Al Kahfi: 57).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya hati
semua anak cucu Adam itu berada di antara dua jari dari sekian jari
Allah Yang Maha Pemurah. Allah Subhanahhu wa Ta’ala akan memalingkan
hati manusia menurut kehendak-Nya.” (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang lain bersabda:
إِنَّ
قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ
الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ ثُمَّ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Sesungguhnya hati semua anak cucu Adam
itu berada di antara dua jari dari sekian jari Allah Yang Maha Pemurah.
Allah subhanahhu wa ta’ala akan memalingkan hati manusia menurut
kehendak-Nya.” (HR. Muslim)
Oleh karena cinta letaknya di hati, dan hati berada di dalam genggaman
Allah, maka memohonlah bantuan kepada Allah dan berdoalah kepada-Nya
agar Dia memberikan karunia kecintaan kepada Al Quran agar kita bisa
mencintainya. Hendaknya berdo’a dengan tulus, penuh ketundukan, memohon
dengan mendesak dan memohon dengan belas kasihan serta sangat berharap
untuk segera diberi.
- Berilmu, yaitu berusaha mempelajari dan memahami keagungan dan
keutamaan Al Quran dan keutamaan orang-orang yang mempelajarinya,
menghafalnya dan mengamalkannya. Diantara keutamaan Al Quran dan keutamaan orang yang mempelajarinya, adalah:
- Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian
adalah orang yang mempelajari Al Quran dan yang mengajarkannya.” (HR. Al
Bukhari)
- Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah suatu kaum
berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca Al
Quran dan saling mempelajari diantara mereka, kecuali turun kepada
mereka ketentraman, mereka diliputi rahmat, malaikat menaungi mereka dan
Allah menyebut-nyebut kebaikan mereka dihadapan makhluk yang mulia yang
ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)
- Dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, maka ia
akan mendapatkan satu kebaikan yang dilipatgandakan sepuluh kali lipat.
Nabi melanjutkan:” Aku tidak mengatakan bahwa Alif laam miim itu adalah
satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu
huruf.” (HR. At Tirmidzi)
- Dikisahkan oleh ’Aisyah radhiyallahu ’anha, bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Orang yang membaca Al
Quran dan ia pandai maka ia bersama para malaikat pembawa kitab yang
mulia dan baik. Orang yang membaca Al Quran terbata-bata dan kesulitan
maka ia mendapat dua pahala.” (HR. At Tirmidzi)
- Umar bin Khatthab meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu
kaum dengan Al Quran dan merendahkannya juga dengan kitab ini (Al
Quran).” (HR. Muslim)
- Bergaul dengan orang-orang shalih;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Perumpamaan
teman yang shaleh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu
minyak wangi, kamu akan mencium bau keharumannya. Sedangkan perumpamaan
teman yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat
apinya, kamu akan terkena bau asapnya”. (HR. Al Bukhari) “Seseorang adalah sejalan dan sealiran dengan teman akrabnya, maka
hendaklah kamu berhati-hati dalam memilih teman pendamping.” (HR. Ahmad)
- Bersabar, yaitu bersabar dalam ketiga hal di atas.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, (artinya): “Hai orang-orang yang
beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan
(mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.
(QS. Al Baqarah: 153) “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah
kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan
bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (QS. Ali Imran: 200) “Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami
mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan
agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu”. (QS. Muhammad: 31)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Tidak ada
suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas
baginya daripada sabar”. (HR. Al Hakim) “Barangsiapa yang menjaga diri dari meminta-minta kepada orang lain,
maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah. Dan barangsiapa yang merasa
dirinya cukup, maka akan diberi kekayaan (hati dan jiwa) oleh Allah.
Dan barangsiapa yang berlaku sabar, maka akan dikurnia kesabaran oleh
Allah. Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik
serta lebih luas (manfaatnya) daripada kurnia kesabaran itu.” (Muttafaq
‘alaih).
Wallahu ta’ala a’lam.
(disadur dari Kunci-Kunci Tadabbur Al Quran, karya Dr. Khalid al-Laahim dengan sedikit tambahan)