Journal 2009 ~ #57

~ MEMORI APRIL ~
Rintik-rintik hujan dimalam hari
Awal dari sebuah memori
Pertemuan yang kita inginkan
Dapat berjalan sesuai harapan

Terlintas dihatiku ketika melihat dirimu
Terpikir olehku ketika berada disampingmu
Terasuk jiwaku untuk mengatakan sesuatu
kau bagai bulan di malam itu

tatapan wajahmu padaku
membuatku tersipu
membuatku tak berdaya dihadapanmu
bahkan aku tak mampu mengatakan sesuatu

lebih dari tiga jam awal pertemuan kita
kita berbicara apa adanya
kau membawaku keruang jiwamu
terlintas harapanku disaat itu

setelah lama ku berlayar
tak kunjung kutemukan tempatku berlabuh
malam itu kuterhanyut dalam sebuah keadaan
membuatku bagai terdampar disebuah pulau

cukup lama kita bertukar pikiran
lama juga kita bertatapan
bahkan kita saling bergenggaman tangan
membuatku tak bisa menyimpang sebuah perasaan

waktu telah menunjukkan 12 malam
sudah seharusnya kita berpisah
berpisah untuk sementara
dan kubeharap esok kita bisa berjumpa
dan senyuman kuberikan sebagai tanda terima kasihku

April 2009
Kau ciptakan satu kenangan
Dengan sejuta harapan
Dengan sebuah impian

Journal 2009 ~ #56

Kasih, kau begitu kusayangi
Di dekatmu ada kehangatan yang terasa
Di sampingmu ada senyuman berbau harapan
Kuteringat kenangan disaat pertemuan

Sekarang kau tak disampingku
Kau pergi meninggalkanku
Walau sementara namun aku tak mampu
Ada rindu disetiap kesendirianku

Satu bulan mungkin waktu yang lama
Namun aku akan terus mencoba untuk setia
Dan menjaga rasa yang kupunya
Walau ku tak tahu rasa apa yang kau punya

Kasih, ada rindu untukmu
Dari dalam hati kecilku
Akankah rindu itu sampai kepadamu
Yang kini tak disampingku

Ada rindu merasuk dikalbu
Membuat hatiku seringkali layu
Kerana kehilangan sosok dirimu
yang sempat mengisi malam-malamku

Kapan lagi kuberterus terang
Kau begitu indah ketika kulihat dengan mata telanjang
Kasih, satu yang ingin kusampaikan
Ada rindu mencengkam lamunan

Journal 2009 ~ #55

harini waktu terasa macam lambatnya berlalu. kenapa ntah takde mood la nak keje harini. macam biasalah ayat ni, macam selalu je takde mood nak kerja. tak payah komen lebih lanjut la hal ni. (",)

terasa sungguh tua lah sekarang. Padahal umur aku baru 25, giler la kehidupan yang melepasi umur 24 tahun memang macam ni kah? tapi kehadiran teman-teman tetap menghiburkan dan menggembirakan hati.. (",)

petang semalam aku lepak kat rumah just update mp3 blog aku, penat!! bukan penat sebab sebab buat keje tp penat mata dok tengok skrin laptop.

kenapa dah terasa tua sangat ni? kalau sebelum ni, aku memang la suka sangat menikmati kehidupan malam walaupun takde buat apa sangat di kala malam menjelma tersebut. Aku boleh berjaga sampai 2,3 or 4 pagi. Apa aku buat aku pun tak tau lah. Tengok tv? tak juga sekarang ni, pantang letak kepala skit, dah tetido sampai pagi esok. Pagi esok nak bangun pun liat semacam, unless kalau terasa macam dah cukup sangat tido sampai tak boleh nak tido lagi. Er...er...terasa macam dah cukup tido ke, sebenarnya terlebih tido.. hihi (",)

Journal 2009 ~ #54

Rasa macam kurang jer.. semacam je aku rasa.. makan tak kenyang.. tido lena bagai nak rak.. mandi basah.. jenuh jugak aku lap.. tapi hati ku tak tenang, gelisah, ter kenang-kenang, hati ku jadi gubra.. keluh dan kesah sentiasa di bibir..

Di mana nak ku cari.. setelah diri ku ini terlontar jauh.. dari satu kesepian ke satu dimensi yang penuh dengan kekalutan, kepanasan aku.. aghh.. tapi aku tak kesah semua tu.. biar hujan, biar ribut dan taufan, masih boleh aku tempuhi.. tapi tanpa nya.. aku lemas sendirian.. susah aku nak terangkan.. hanya DIA jer yang tahu..

Journal 2009 ~ #53


Sahabat..
Tidakkah kau tahu
Aku terlalu sunyi
Perasaan ini begitu menyeksakan
Bertemankan sepi dan Hening malam
Berjauhan denganmu bukan kehendakku

Tidakkah kau tahu
Teriakku memanggil mu
Kesepian ini membuat aku pilu
Betapa aku merinduimu
Ingin mendengar suaramu walau sekejap
Cuma cukup mengubati laraku

Saat terbenam matahari
Hingga terbit fajar
Perasaan ku tidak puas
Mimpi indahku tak datang
Resah dan gelisah membalut hiba
Aku tak dapat tidur
Seperti mereka yang kedamaian

Sepi itu indah
Tapi bukan untukku
Karena senyap sunyi itulah
Telah membunuh ku

Kini sepi tak lagi untukku
Karena memang sepi bukan untukku
Fajar merekah
Beri kilau kedamaian jiwa

Terulur tangan nan kekar
Menuntun dalam bimbang
Tuk keluar dari sepiku
Karena memang sepi bukan untukku…

Journal 2009 ~ #52

Sejak semalam lagi hati aku teringin benar meluahkan sesuatu di sini.. entah mengapa awan mendung berarak lesu di hati ini... ada segugus kesedihan yang bertamu di ruang hati kecil sepi dan sunyi ini..tidak dapat aku pastikan sebab musabab mengapa hujan air mata memecahkan tembok kolam mata ini... titis hujan itu membasahi parut luka lama.. meskipun luka itu telah sembuh.. tapi ngilunya masih terasa.. seringkali aku berfikir... bagaimana untuk aku keluar dari kesunyian dan kesepian ini... ternyata aku tak punya apa-apa... aku terlalu berharap pada yang tidak pasti... terlalu kerap bermimpi di siang hari... hidup bersama kenangan lalu yg telah lama melambai pergi...

Journal 2009 ~ #51


Hari bertemu waktu, maka hari bertanyakan pada waktu, "Apakah sandaran mu?". Waktu mendagu, ia tidak menduga apa di sebelah kirinya. Ia tahu ia tepat, ia juga tahu apa mahunya. Maka ia menjawab, "biarlah, Dia jua yang tahu segalanya".

Apakah tatkala ia hadir itu satu musibah? Ia pasti jua satu ilmu dan satu hikmah yang disampaikan pada jalanku.

Aku memejamkan mataku, kadangkala benar belaka bacaan ku. Kadang kala pula aku diselimuti keyakinanku. Di hari aku bertemu, dua tiga nya pula aku terpaksa pergi. Maka aku terdetik, "Aku baru hendak bermula, apakah ia sudah hendak berakhir?".

Pernah ku katakan, "bahkan alam akan memandangmu jika kamu memalingkan pandanganmu dari alam". Aku benar memaksudkan nya. Aku panjat kesyukuran ku, pastinya ia satu perjalanan. Tidak perlu untuk aku persoal pada satunya kerana aku tahu pasti hilang lah misteri kehidupan ku.

Maka aku hadir bertemu waktu dan aku katakan padanya, "jadikan lah aku sandaran mu, moga aku lebih jelas perjalananku". Waktu berkata padaku, "engkau manusia, maka engkau punyai lebih dari apa yang ada padaku, maka harusnya kau berdoa lah untuk satu kebaikan dan berusaha lah pada batasan hajatmu. Apakah tiada yang mendengar sedangkan kau juga tahu Dia kasihi padamu".

Aku tersenyum, maka aku biarkan waktu itu pergi melaksanakan tugasnya. Apakah tatkala ia hadir itu satu musibah? Ia pasti jua satu ilmu dan satu hikmah yang disampaikan pada jalanku. Maka sungguh perlu aku hargainya. Jika kelam pada malamku, pasti mimpi-mimpi indah menantiku.